Main image
15th December
2014
written by admin

Hi everybody! I feel really tired these several days. Both physically and psychologically.

Actually I should be thankful for the long holiday (2 weeks!) that is coming on next week. But sadly, I have no exciting plan for this holiday, no where to go, nothing to do. Thinking about my gonna-be-flat-holiday sometimes stressed me out. It’s better to go to work and meet the kids than to be at home doing nothing.

I’m always dreaming of spending holiday going on vacation with my family and my bestfriends. Sharing the laughs and joy for the whole day. Taking pictures until we all tired to pose. Having a heart-to-heart and secret conversation until midnight and fall asleep. Sing and pray together. Oh no! How I miss the old times :,(

Last Friday, I had a great quality time with my bestfriend and we chatted a lot until we almost lost our voices. Too many things happen, too many stories to share. And always, we almost forgot to take picture together. But one thing for sure, we never forget to do a tight hug before we say goodbye.

For me, having a quality time with bestfriends is a medicine that lights up my heart. Then, it cheers up my mind. At the end, it changes my day in a magical way.

But you know, after the day is gone, I miss it again! 🙁

3rd December
2014
written by admin

Hi everyone! It’s been really a long time not write anything here. To be honest, sekarang uda jarang banget buka laptop, paling cuma sebulan sekali dan itupun sebetulnya males banget karena loading-nya lambat alias lemot. Hingga suatu hari di beberapa minggu yang lalu, waktu lagi chatting sama seorang teman lama, dia membuatku jadi kangen nulis. Setelah sekian minggu berlalu, baru sekarang q mulai nulis lagi.

Nah entah kenapa kalau udah masuk bulan Desember, sisi melankolisku jadi semakin besar. Selain karena cuacanya yang udah mulai masuk musim penghujan (jadi sering mendung2 kelabu gitu), juga karena this is the last month of the year. Masih ada rasa tidak puas ketika menyadari bahwa ada harapan2 yang belum tercapai. Ada sedikit penyesalan untuk hal2 yang belum dilakukan dan kesalahan2 yang pernah terjadi. Did you ever feel the same feeling like this?

However, life must go on. Q belajar bahwa apapun yang sudah terjadi di tahun ini bukan untuk disesali tapi untuk jadi bahan pelajaran di tahun2 berikutnya. Hidup kita belum sempurna supaya masih ada tujuan untuk dicapai di tahun depan. Dan selalu… Harapan selalu ada! As long we have Jesus, we have hope!

I hope I will be a better me next year. Hope you, too, guys! 🙂

16th April
2014
written by admin

Hi guys!
Ini adalah tulisan hasil perenunganku akhir2 ini.

Banyak orang takut kehilangan harta, pekerjaan, teman, dll. Seringkali ketika kita menerima banyak berkat Tuhan di hidup kita, tiba2 ada suatu perasaan takut jika suatu hari kita akan kehilangannya.
Nah, hari2 ini q merasa so overwhelmed by HIS love, hingga q sadar bahwa kita nggak perlu takut kehilangan apapun di dunia ini. Semua berkat berasal dari Tuhan!
Semakin kita sadar bahwa Tuhan bekerja di balik segala peristiwa, semakin enteng rasanya hidup ini! Q nggak bilang bahwa hidup jadi semakin mudah, tapi jadi semakin ringan, karena kita menanggalkan semua beban yang memang nggak perlu dibawa.

Ketika perasaan takut kehilangan pergi dari hati kita, kita bisa jadi diri kita seutuhnya, tanpa bayang2 kekuatiran akan penilaian orang lain.
Kita akan dapat bekerja dengan lebih baik, tanpa rasa takut kehilangan pekerjaan/upahnya.
1 prinsip yang perlu untuk kita tanamkan di hidup ini adalah “The Master I’m serving is CHRIST!”
Ya! Tuhanku adalah BIG BOSS-ku, akan kulakukan yang terbaik demi Dia!
Dengan begitu hati kita tidak melekat dan berorientasi kepada apapun, tetapi melekat dan berorientasi kepadaNya. Ketika kita lakukan semua untuk Tuhan, Dialah jaminan kita yang pasti!
Hari ini kukatakan, hidup yang tidak disetir oleh kekuatiran adalah hidup yang paling nikmat. Freedom! \m/

11th April
2014
written by admin

Hi guys! Setelah sekian lama, akhirnya q kembali menulis blog. Kali ini q udah nggak sabar untuk menceritakan perbuatan heran Tuhanku! Mujizat baru saja terjadi di hidupku! Yuhuu!!
Mujizat apakah itu?

Jadi, sejak akhir tahun lalu, berat badanku semakin menurun dan menurun, kalau ditotal kira2 turun 6 kg. Dari yang mulanya 42 kg jadi 36 kg.
And everyone starts asking me why.. Dan tentu saja q juga nggak tahu kenapa kok semakin kurus padahal porsi makanku tetap. Selain itu, dalam sehari q bisa beberapa kali ke toilet untuk setoran wajib, sampai2 dimarahi juga sama mamaku karena keseringan.
Akhirnya di suatu Minggu pagi, waktu lagi siap2 mau berangkat ke gereja, mama memperhatikan ada yang janggal di leherku. Leherku kelihatan besar.
Mama langsung bilang mungkin q sakit basedof (atau disebut Grave Disease ato hipertiroid), soalnya mama juga pernah mengalami hal yang sama dan dioperasi puluhan tahun yang lalu.

Besoknya, q pergi ke dokter THT dan disarankan untuk cek darah. Dan hasil tes darah menunjukkan kalau q hipertiroid (kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan). Dari dokter THT, akhirnya ganti ke dokter ahli kepala dan leher supaya lebih jelas. Jadi, sejak Desember 2013 lalu sampai bulan Maret 2014 ini q selalu cek darah + kontrol dokter sekali dalam sebulan. Hasil cek darah Desember hipertiroid, Januari hipertiroid, Februari hipotiroid, Maret hipertiroid. Di bulan Desember, dokter bilang bisa diobati dengan minum obat anti tiroid aja karena basedofnya masih kecil. Tapi ternyata di bulan Januari, basedofnya belum hilang setelah minum obat, dokterpun bilang kalau mau sembuh total memang harus dioperasi. Minum obat sih bisa tapi lama dan tidak bagus untuk jangka panjang karena bisa merusak ginjal, dll. Yah, sedih deh hatiku waktu itu karena q nggak pingin dioperasi.  Membayangkan bekas jahitan di leher rasanya gimana gitu..
Tapi, dokter juga bilang bahwa operasi hanya bisa dilakukan kalau hasil cek darah untuk hormon tiroidnya sudah normal.
Akhirnya, q terus minum obat hingga bulan berikutnya.

Nah, di bulan Februari leherku malah semakin besar. Tapi berat badanku juga bertambah. Q langsung curiga kalau sekarang kondisiku justru hipotiroid, karena ciri2 hipotiroid adalah berat badan semakin bertambah. Dan ternyata hasil cek darah juga mengatakan demikian.
“Hormon memang susah dikontrol”, kata dokter.
Akhirnya untuk sebulan berikutnya obat dihentikan.

Nah, pada masa inilah kok aku jadi jerawatan yah. Stres bertambah deh. Padahal kata dokter, stres & kecapekan menjadi faktor penyebab hipertiroid ini. Ya sudahlah lupakan dulu jerawat, kembali ke basedof dulu. Setelah sebulan obat dihentikan, bulan Maret hasil cek darahku menunjukkan hipertiroid lagi. Jadi q harus minum obat lagi, tapi dosisnya diturunkan. Yang awalnya 2 butir sehari jadi 1 butir saja. Di bulan Maret inilah, q berpikir.. Sebenarnya sejak sebulan yang lalu di hati kecilku aku yakin Tuhan Yesus akan menyembuhkan aku tanpa operasi. Tapi di sisi lain, q berpikir bahwa penyakit ini bukan penyakit parah, masih bisa diobati, kalaupun terpaksa masih bisa dioperasi. Q merasa bahwa q nggak layak untuk mendapatkan mujizatNya. Tapi, kalau memang harus operasi, kenapa diulur-ulur ya Tuhan?
Ketika itu q sadar, Tuhan nggak mungkin mengulur-ulur waktu berbulan-bulan untuk kemudian berakhir hanya dengan operasi. Q yakin Dia punya rencana yang jauh lebih besar, jauh lebih mulia! Tuhan mau menyatakan mujizatNya! Sekarang saatnya untuk percaya!

Q mulai bangkitkan imanku. Nonton tayangan Before 30 di YouTube, yang tiba2 kok pas ko Philip mendoakan leher seseorang. Terus di gereja, waktu dengerin kotbah ce Yenny Verodika. Lalu, waktu KNY  ce Mimi mendoakan semua orang sakit. Sejak saat itu, q selalu bilang ke orang-orang rumah dan ke semua orang. Q beriman sembuh tanpa operasi, tapi ya terserah Tuhan. Tapi q percaya. Yes! Aku nggak perlu operasi, yes!!

Waktupun berlalu, dan April tiba. Saatnya untuk cek darah dan ke dokter.
Waktu q baca sendiri hasil cek lab, ternyata sudah normal! Tapi teringat juga kata dokter bahwa operasi hanya bisa dilakukan kalau hormonnya sudah normal. Tapi q sungguh percaya bahwa q sudah sembuh.
Dannnn…. Sebelum dokter buka hasil cek darahnya, beliau meraba2 leherku dan kemudian berkata, “Ini sudah baik.”
Lalu, beliau membuka hasil cek darahnya dan mulai menuliskan catatan.
Q pun berkata, “Sudah normal ya, dok?”
“Iya”, jawab dokter.
Kemudian mama bertanya, “Terus kapan bisa dioperasi, dok?”
Jawaban yang kutunggu-tunggu akhirnya terdengar, “Nggak usah operasi. Ini sudah sangat mengecil kok. Biasanya sudah nggak bisa berkembang. Tetap diminum obatnya tapi setengah biji aja sehari, nanti 2 bulan lagi kontrol. Kalau sudah benar2 baik, nggak usah minum obat lagi.”
YAIYYYYY!!!!! Praise God!! My Jesus is awesome!!!

Walaupun masih harus minum obat dan tetap ga boleh stres dan kecapekan, tapi q nggak perlu operasi.  Q percaya Dia akan menyempurnakan kesembuhanku!
I once again realized that nothing is impossible with HIM! Selalu ada ruang untuk kasih karuniaNya bekerja di dalam hidup kita!

Thanks Jesus for being so so so GOOD to me!!!
LOVE YOU MORE!

18th March
2014
written by admin

Hi everyone, this is my thought about real friends.
You can be agree or disagree about this, but I just want to share…

Mungkin..
Sama seperti proses menemukan pasangan hidup, di mana kita bertemu dengan berbagai macam orang dan pilihan sebelum akhirnya menemukan orang yang tepat, demikian juga di dalam friendship.
Di antara banyak orang yang kita panggil sebagai sahabat, ternyata tidak semuanya akan menjadi sahabat untuk seumur hidup.
Entah karena tenggelam dalam kesibukan atau karena terpisahkan jarak, hanya real friends yang akan tetap terhubung untuk selamanya.

Mungkin..
Sama seperti Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita di sebuah keluarga, demikian juga Dia tidak pernah salah menentukan siapa sahabat sejati kita.
Sepertinya, Tuhan sudah mengatur siapa dengan siapa. Bukan hanya tentang keluarga atau pasangan hidup, tapi juga bahkan dalam hal persahabatan. I believe, He doesn’t only write “love story”, but also “real friends story”.

Mungkin..
Masa-masa selepas kuliah, di mana kata “teman” perlahan mulai digantikan dengan  kata “rekan”, adalah waktu yang paling mendebarkan. Waktu-waktu ini menyingkapkan siapa sahabat sejati kita. Sahabat yang akan terus mencari kita dan kita cari. Sahabat yang terhubung untuk selama hidup. Real friends.

At the end, only real friends will smile & thankful when you’re happy, and cry & pray when you’re sad.
Real friends  last forever.

“As I grew up, I realized that is less important to have many friends, and more important to have the real ones” – Unknown.

 

Previous
Next
Instagram